My Product

My Product

Sabtu, 13 Februari 2016

Cara Memecahkan Kebuntuan

Cara-Memecahkan-Kebuntuan
Bottleneck


Update terbaru artikel-artikel menarik, renyah, dan inspiring tentang manajemen keuangan, akuntansi, karir bidang keuangan, dan personal finance pindah ke  www.manajemenkeuangan.net



Banjir lagi, banjir lagi...

Kalimat itu meluncur dari lisan orang di kota Sidoarjo yang seminggu wilayahnya terendam banjir.

Banyak orang yang tidak siap menghadapi berbagai situasi yang cepat berubah. Musim hujan banjir, orang mengeluh susah.  Padahal pada waktu belum banjir dia lupa mempersiapkan diri menghadapi masa-masa banjir.

Kita tidak ingin seperti pepatah “ sebelum rasa sakit seseorang melebihi rasa takutnya, maka manusia belum mau berubah “, sehingga sebelum banjir itu bertambah parah, kita harus melakukan tindakan pencegahan.

Coba kita lihat bagaimana perusahaan kokoh berikut ini mampu bertahan dari suasana yang mematikan.

Nucor, sebuah Nuclear Corpotation yang menghadapi situasi paceklik, tanpa pendapatan setelah perang Korea berakhir tahun 1955.  Dengan ekuitasnya, Nucor bertahan sambil mencari bisnis baru sesuai core competence-nya. Tahun 1962 Nucor menemukan bisnis baru dengan mengakuisisi pabrik baja kecil. Kini Nucor menjadi salah satu perusahaan baja terbesar di Amerika Serikat.

Pepatah mengatakan pada setiap dinding selalu ada pintunya. Tugas manusia adalah mencari pintu keluar. Pintu keluar dari banjir rutin tahunan, pintu keluar dari kesulitan keuangan, pintu keluar dari situasi paceklik, dan pintu keluar dari persoalan-persoalan lainnya.

Alam selalu berubah. Alam yang tadinya bersahabat, tiba-tiba menjadi tidak bersahabat. Tadinya bisnis itu sudah enak, tiba-tiba cara itu sudah diambil orang lain, atau tiba-tiba banyak kesulitan. 

Tugas manusia adalah berpikir kreatif mencari jalan keluar. mencari cara kreatif untuk memecahkan kebuntuan, kebuntuan yang menyebabkan suatu wilayah banjir atau pertumbuhan perusahaan macet.

Pertumbuhan perusahaan diukur dengan 4 aspek yaitu omset, aset, laba, dan nilai perusahaan ( market cap ). Bila keempat aspek itu mengalami kebuntuan bahkan penurunan, cari dan temukan kebuntuan itu dan kemudian memperlebarnya.

Setelah diperlebar, segera temukan kebuntuan baru dan segeralah diperlebar lagi, demikian seterusnya. Lalu bagaimana dengan banjir, temukan kebuntuan, perlebar dan seterusnya.


Bagaimana?

0 komentar:

Posting Komentar